- Beranda
- Tentang saya
- Kesehatan
- Pendidikan
- Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Dengan Gerakannya
- CARA MENDAFTAR AKPOL,AKMIL
- Perrbandingan Perang dunia l dengan Perang Dunia ll
- Pengertian Renaisancce
- Contoh Proposal Pentas Seni Sekolah
- Tugas Bahasa Indonesia kelas XI SMA
- Organisasi Pergerakan Nasional (Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah dan Lainnya) Kelas XI
- Teori Pertumbuhan Ekonomi (Aliran Merkantilisme, Klasik, Neo Klasik dan Historis) SMA Kelas XI
- Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia - Geografi SMA Kelas XI
- Kerja Sama Ekonomi Dalam Islam
- APA ITU PEMASARAN
- Olahraga
- Kata-kata Bijak
- Kata Mutiara Albert Einstein
- KEAJAIBAN QUR'AN TENTANG RASI BINTANG SIRIUS
Jumat, 10 Januari 2014
Razi.rustandi: PENELITIAN SEJARAH (HISTORICAL RESEARCH)
Razi.rustandi: PENELITIAN SEJARAH (HISTORICAL RESEARCH): Penelitian sejarah dapat dilihat dari segi perspektif sejarah/historis, serta waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. Banyak...
PENELITIAN SEJARAH (HISTORICAL RESEARCH)
Penelitian sejarah dapat dilihat dari segi perspektif
sejarah/historis, serta waktu terjadinya fenomena-fenomena yang
diselidiki. Banyak ahli yang mempersamakan metode sejarah dengan metode
dokumenter, karena dalam metode sejarah banyak data yang didasarkan
pada dokumen-dokumen. Metode sejarah tidak sama dengan metode
dokumenter, karena metode dokumenter dapat saja mengenai masalah maslah
kini dan tidak perlu mengenai masalah lalu. Penelitian sejarah
menggunakan catatan observasi atau pengamatan catatan observasi atau
pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang-ulang kembali.
Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian sejarah merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala, tetapi bukan yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan. Penelitian sejarah di dalam pendidikan merupakan penelitian yang sangat penting atas dasar beberapa alasan. Penelitian sejarah bermaksud membuat rekontruksi masa latihan secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, mengverifikasikan serta mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung bukti-bukti untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat. Dimana terdapat hubungan yang benar-benar utuh antara manusia, peristiwa, waktu, dan tempat secara kronologis dengan tidak memandang sepotong-sepotong objek-objek yang diobservasi.
Menurut E.H. Carr (dalam Gall, Gall & Borg, 2007), penelitian sejarah sebagai proses sistematis dalam mencari data agar dapat menjawab pertanyaan tentang fenomena dari masa lalu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari suatu institusi, praktik, tren, keyakinan, dan isu-isu dalam pendidikan. Selain itu Jack. R. Fraenkel & Norman E. Wallen (dalam Yatim Riyanto, 1996: 22), penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. Penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. Sementara menurut Donald Ary dkk (Yatim Riyanto, 1996: 22) menyatakan bahwa penelitian sejarah adalah untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengvaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.
Berdasarkan pandangan yang disampaikan oleh para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian sejarah mengandung beberapa unsur pokok, yaitu: 1) Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu); 2) Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif; 3) Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia, peristiwa, ruang dan waktu; 4) Dilakukan secara interktif dengan gagasan, gerakan dan intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak dapat dilakukan secara parsial).
Berikutnya Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wellen (Yatim Riyanto 1996: 23) menyatakan bahwa para peneliti pendidikan sejarah melakukukan penelitian sejarah dengan tujuan untuk: 1) Membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau; 2) Mempelajari bagaiman sesuatu telah dilakukan pada masa lalu, untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan maslahnya pada masa sekarang; 3) Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang; 4) Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecendrungan. Misalnya pada awal tahun 1990, mayoritas guru-guru wanita datang dari kelas menengah ke atas, tetapi guru laki-laki tidak; 5) Memahami praktik dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap.
Dengan demikian, tujuan penelitian sejarah tidak ldapat dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan masa mendatang. Oleh karena itu beberapa ciri-ciri khas dari metode sejarah adalah sebagai berikut: 1) Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain di masa-masa lampau; 2) Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan data sekunder. Bobot data harus dikritik, baik secara internal maupun secara eksternal; 3) Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang lebih tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar; 4) Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan ketulenannya. Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah berhubungan.
sumber sekunder à Jika bukan pelaku, tetapi ia menyaksikan saat terjadinya suatu peristiwa sejarah
Penelurusan komunisme di Indonesia Tahun 1945 hingga tahun 1965.
Perumusan masalah :
Apakah komunisme yang ada di masyarakat Indonesia merupakan warisan penjajah atau kebudayaan asli ?
Heuristik (Pengumpulan Data)
Langkah awal dalam penelitian ini berburu dan mengumpulkan berbagi sumber data yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti, misalnya dengan melacak sumber sejarah komunis di Indonesia dengan meneliti berbagai dokumen, mengunjungi situs sejarah, mewawancarai para saksi sejarah.
Kritik (Verifikasi)
Kemampuan menilai sumber-sumber sejarah mengenai komunis di Indonesia yang telah dicari (ditemukan). Kritik sumber sejarah meliputi kritik ekstern dan kritik intern.
Interpretasi (Penafsiran)
Menafsirkan fakta mengenai komunis di Indonesia dan merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit.
Historiografy (Penulisan Sejarah)
Proses penyusunan fakta-fakta sejarah komunis di Indonesia dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah komunis di Indonesia. Perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisannya, serta harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.
Pengumpulan data :
Analisis dokumen, wawancara dari sumber primer dan sumber sekunder
Analisis data :
Cenderung melibatkan analisis yang logis, bukan analisis statistika, kalau pun perlu statistika hanya sebatas statistic deskriptif
Kesimpulan :
Misalnya, tidak benar bahwa komunisme merupakan budaya warisan penjajah yang menular pada bangsa kita.
Gall, Meredith D, Joyce P. Gall & Walter R. Borg. 2007. Educational Research. USA: Pearson Education Inc.
Zuriah, Nurul. 2005. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Subana, M. dkk. 2005. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah.Bandung : Pustaka Setia.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
- 1. Pengertian Penelitian Sejarah
Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian sejarah merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala, tetapi bukan yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan. Penelitian sejarah di dalam pendidikan merupakan penelitian yang sangat penting atas dasar beberapa alasan. Penelitian sejarah bermaksud membuat rekontruksi masa latihan secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, mengverifikasikan serta mensintesiskan bukti-bukti untuk mendukung bukti-bukti untuk mendukung fakta memperoleh kesimpulan yang kuat. Dimana terdapat hubungan yang benar-benar utuh antara manusia, peristiwa, waktu, dan tempat secara kronologis dengan tidak memandang sepotong-sepotong objek-objek yang diobservasi.
Menurut E.H. Carr (dalam Gall, Gall & Borg, 2007), penelitian sejarah sebagai proses sistematis dalam mencari data agar dapat menjawab pertanyaan tentang fenomena dari masa lalu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari suatu institusi, praktik, tren, keyakinan, dan isu-isu dalam pendidikan. Selain itu Jack. R. Fraenkel & Norman E. Wallen (dalam Yatim Riyanto, 1996: 22), penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif memfokuskan kepada masa lalu. Penelitian ini mencoba merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa yang lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dalam mencari data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. Sementara menurut Donald Ary dkk (Yatim Riyanto, 1996: 22) menyatakan bahwa penelitian sejarah adalah untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengvaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.
Berdasarkan pandangan yang disampaikan oleh para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian sejarah mengandung beberapa unsur pokok, yaitu: 1) Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu); 2) Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif; 3) Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integrative anatar manusia, peristiwa, ruang dan waktu; 4) Dilakukan secara interktif dengan gagasan, gerakan dan intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak dapat dilakukan secara parsial).
- Tujuan dan Ciri Penelitian Sejarah
Berikutnya Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wellen (Yatim Riyanto 1996: 23) menyatakan bahwa para peneliti pendidikan sejarah melakukukan penelitian sejarah dengan tujuan untuk: 1) Membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau; 2) Mempelajari bagaiman sesuatu telah dilakukan pada masa lalu, untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan maslahnya pada masa sekarang; 3) Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang; 4) Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecendrungan. Misalnya pada awal tahun 1990, mayoritas guru-guru wanita datang dari kelas menengah ke atas, tetapi guru laki-laki tidak; 5) Memahami praktik dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap.
Dengan demikian, tujuan penelitian sejarah tidak ldapat dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan masa mendatang. Oleh karena itu beberapa ciri-ciri khas dari metode sejarah adalah sebagai berikut: 1) Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain di masa-masa lampau; 2) Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan data sekunder. Bobot data harus dikritik, baik secara internal maupun secara eksternal; 3) Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang lebih tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar; 4) Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan ketulenannya. Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah berhubungan.
- 3. Sumber Data pada Penelitian Sejarah
- 4. Peranan Hipotesa pada Penelitian Sejarah
- Jenis-jenis Penelitian Sejarah
- a. Penelitian Sejarah Komparatif
- b. Penelitian Yuridis atau Legal
- Penelitian Biografis
- d. Penelitian Bibliografis
- Langkah-langkah Penelitian Sejarah
- a. Pemilihan Subyek yang akan Diteliti
- Bernilai, peristiwa sejarah yang diungkap tersebut harus bersifat unik, kekal, abadi.
- Keaslian (Orisinalitas), peristiwa sejarah yang diungkap hendaknya berupa upaya pembuktian baru atau ada pandangan baru akibat munculnya teori dan metode baru
- Praktis dan Efesien, peristiwa sejarah yang diungkap terjangkau dalam mencari sumbernya dan mempunyai hubungan yang erat dengan peristiwa itu.
- · Kesatuan, unsur-unsur yang dijadikan bahan penelitian itu mempunyai satu kesatuan ide.
- b. Heuristik (Pengumpulan Data)
- c. Kritik (Verifikasi)
- Kritik Ekstern, kritik ekstern di dalam penelitian ilmu sejarah umumnya menyangkut keaslan atau keautentikan bahan yang digunakan dalam pembuatan sumber sejarah, seperti prasasti, dokumen, dan naskah.Bentuk penelitian yang dapat dilakukan sejarawan, misalnyatentang waktu pembuatan dokumen itu (hari dan tanggal) atau penelitian tentang bahan (materi) pembuatan dokumen itu sndiri.Sejarawan dapat juga melakukan kritik ekstern dengan menyelidiki tinta untuk penulisan dokumen guna menemukan usia dokumen. Sejarawan dapat pula melakukan kritik ekstern dengan mengidentifikasikan tulisan tangan, tanda tangan, materai, atau jenis hurufnya.
- Kritik Intern, kritik Intern merupakan penilaian keakuratan atau keautentikan terhadap materi sumber sejarah itu sendiri. Di dalam proses analisis terhadap suatu dokumen, sejarawan harus selalu memikirkan unsur-unsur yang relevan di dalam dokumen itu sendiri secara menyeluruh. Unsur dalam dokumen dianggap relevan apabila unsur tersebut paling dekat dengan apa yang telah terjadi, sejauh dapat diketahui berdasarkan suatu penyelidikan kritis terhadap sumber-sumber terbaik yang ada.
- d. Interpretasi (Penafsiran)
- e. Historiografy (Penulisan Sejarah)
Bagan Langkah-langkah Penelitian Sejarah
Bila dilihat dari sifat, dan langkah penelitian sejarah, maka ada 3 (tiga) hal yang menjadi bagian penting, yaitu:- Sumber lisan, terbagi atas:
sumber sekunder à Jika bukan pelaku, tetapi ia menyaksikan saat terjadinya suatu peristiwa sejarah
- Bukti, adanya kenyataan sejarah
- Fakta, hipotesa, kesimpulan dari penyelidikan dokumen-dokumen dan sumber sejarah, masih perlu kajian dan penelitian lebih lanjut
- 7. Contoh Penelitian Sejarah
Penelurusan komunisme di Indonesia Tahun 1945 hingga tahun 1965.
Perumusan masalah :
Apakah komunisme yang ada di masyarakat Indonesia merupakan warisan penjajah atau kebudayaan asli ?
Heuristik (Pengumpulan Data)
Langkah awal dalam penelitian ini berburu dan mengumpulkan berbagi sumber data yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti, misalnya dengan melacak sumber sejarah komunis di Indonesia dengan meneliti berbagai dokumen, mengunjungi situs sejarah, mewawancarai para saksi sejarah.
Kritik (Verifikasi)
Kemampuan menilai sumber-sumber sejarah mengenai komunis di Indonesia yang telah dicari (ditemukan). Kritik sumber sejarah meliputi kritik ekstern dan kritik intern.
Interpretasi (Penafsiran)
Menafsirkan fakta mengenai komunis di Indonesia dan merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit.
Historiografy (Penulisan Sejarah)
Proses penyusunan fakta-fakta sejarah komunis di Indonesia dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah komunis di Indonesia. Perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisannya, serta harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.
Pengumpulan data :
Analisis dokumen, wawancara dari sumber primer dan sumber sekunder
Analisis data :
Cenderung melibatkan analisis yang logis, bukan analisis statistika, kalau pun perlu statistika hanya sebatas statistic deskriptif
Kesimpulan :
Misalnya, tidak benar bahwa komunisme merupakan budaya warisan penjajah yang menular pada bangsa kita.
Sumber Bacaan
Zuriah, Nurul. 2005. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Subana, M. dkk. 2005. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah.Bandung : Pustaka Setia.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
ooo 000 oo
Sabtu, 07 Desember 2013
Razi.rustandi: Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Dengan Geraka...
Razi.rustandi:
Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Dengan Geraka...: NIAT
SHALAT FARDHU BISA SOBAT LIHAT DI SINI >>>
1. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat, Berdiri tegak pada
salat fardu...
Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Dengan Geraka...: NIAT
SHALAT FARDHU BISA SOBAT LIHAT DI SINI >>>
1. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat, Berdiri tegak pada
salat fardu...
Selasa, 19 November 2013
Reproduksi Bakteri
Bakteri tidak
mengalami mitosis dan
meiosis. Hal ini merupakan perbedaan penting antara bakteri (prokariot) dengan
sel eukariot. Reproduksi. Bakteri mengadakan pembiakan dengan dua cara, yaitu
secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dilakukan dengan
pembelahan, sedangkan pembiakan seksual dilakukan dengan cara transformasi,
transduksi , dan konjugasi. Namun, proses pembiakan cara seksual berbeda dengan
eukariota lainnya. Sebab, dalam proses pembiakan tersebut tidak ada penyatuan
inti sel sebagaimana biasanya pada eukarion, yang terjadi hanya berupa
pertukaran materi genetika (rekombinasi genetik). Berikut ini beberapa cara
pembiakan bakteri dengan cara rekombinasi genetik dan membelah diri.
a. Rekombinasi Genetik
Adalah pemindahan secara langsung bahan genetic (DNA) di antara dua sel bakteri melalui
proses berikut:
1. Transformasi
Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel
bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain. Pada proses transformasi tersebut
ADN bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima,
tetapi tidak terjadi melalui kontak langsung. Cara transformasi ini hanya
terjadi pada beberapa spesies saja, . Contohnya : Streptococcus pnemoniaeu,
Haemophillus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. Diguga transformasi ini
merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya pada
bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen yang
semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena
transformasi. Proses ini pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith tahun 1982.
2. Transduksi
Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain
dengan perantaraan virus.
Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel bakteri donor ke sel
bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri). Bila virus – virus baru
sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada bakteri, bakteriofage yang
nonvirulen (menimbulakan respon lisogen) memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN
inangnya, Virus dapat menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan
membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang
diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA yang dikenal dengan
partikel transduksi (transducing particle). Proses inilah yang dinamakan
Transduksi. Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg pada
tahun 1952.
3. Konjugasi
Konjugasi adalah bergabungnya dua bakteri (+ dan –) dengan membentuk
jembatan untuk pemindahan materi genetik. Artinya, terjadi transfer ADN dari
sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Ujung pilus akan
melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut. Kemampuan
sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan ( transfer faktor = faktor F )
b. Pembelahan Biner
Pada pembelahan ini, sifat sel anak yang dihasilkan sama dengan sifat sel
induknya. Pembelahan biner
mirip mitosis pada sel eukariot. Badanya, pembelahan biner pada sel bakteri
tidak melibatkan serabut spindle
dan kromosom. Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai
berikut:
mirip mitosis pada sel eukariot. Badanya, pembelahan biner pada sel bakteri
tidak melibatkan serabut spindle
dan kromosom. Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai
berikut:
1. Fase pertama, sitoplasma terbelah
oleh sekat yang tumbuh tegak lurus.
2. Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh
dinding melintang.
3. Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang
identik. Ada bakteri yang
segera berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada pula bakteri yang
tetap bergandengan setelah pembelahan, bakteri demikian merupakan bentuk
koloni.
Pada keadaan normal bakteri dapat mengadakan pembelahan setiap 20 menit
sekali. Jika pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan delapan
anakan sel. Tetapi pembelahan bakteri mempunyai faktor pembatas misalnya
kekurangan makanan, suhu tidak sesuai, hasil eksresi yang meracuni bakteri, dan
adanya organisme pemangsa bakteri. Jika hal ini tidak terjadi, maka bumi akan
dipenuhi bakteri.
Jenis-Jenis Bakteri Yang Menguntungkan
Kategori : Bakteri

Bakteri
merupakan salah satu jenis organisme yang tidak mempunyai inti sel selayaknya
organisme lainnya. Ia masuk ke dalam kelompok prokariota dengan ukuran yang
sangat kecil . Untuk melihat keberadaan bakteri ini, manusia mutlak memerlukan
alat pembesar berupa mikroskop. Sebagai sel prokariot, bakteri memiliki struktur
yang teramat sangat sederhana. Ia hanya terdiri atas kerangka sel dan juga
organel-organel semisal mitokondria juga kloroplas. Bakteri bisa dijumpai di
semua tempat. Misalnya di udara, air, tanah dan tempat lainnya. Selama ini
bakteri selalu identik dengan penyakit. Memang ada beberapa jenis organisme ini
yang bisa menyebabkan infeksi juga penyakit. Meski demikian, sesungguhnya
terdapat juga beragam jenis bakteri yang menguntungkan. Tak percaya? Simak
uaraian berikut ini.
Bakteri yang bermanfaat secara umum dipergunakan dalam berbagai bidang seperti lingkungan, pangan, industri maupun pengobatan. Misalnya saja bakteri sporafit, ia berperan penting dalam menguraikan jasad makhluk hidup yang telah mati juga sisa atau kotoran dari organisme lainnya di dunia ini. Bakteri tersebut bekerja dengancara mengurai karbohidrat, protein juga komponen senyawa lainnya agar menjadi senyawa amoniak, CO2 maupun komponen senyawa lainnya yang lebih sederhana dari asalnya. Jenis bakteri saporafit atau bakteri pengurai antara lain proteus juga clostridium.
Bakteri yang bermanfaat secara umum dipergunakan dalam berbagai bidang seperti lingkungan, pangan, industri maupun pengobatan. Misalnya saja bakteri sporafit, ia berperan penting dalam menguraikan jasad makhluk hidup yang telah mati juga sisa atau kotoran dari organisme lainnya di dunia ini. Bakteri tersebut bekerja dengancara mengurai karbohidrat, protein juga komponen senyawa lainnya agar menjadi senyawa amoniak, CO2 maupun komponen senyawa lainnya yang lebih sederhana dari asalnya. Jenis bakteri saporafit atau bakteri pengurai antara lain proteus juga clostridium.
Bakteri yang menguntungkan lainnya adalah bakteri yang digolongkan ke dalam kelompok
nitrifikasi, yakni kelompok bakteri yang memiliki kemampuan untuk menyusuk
sejumlah senyawa nitrat yang secara umum berlangsung di dalam tanah. Bakteri
yang masuk ke dalam kelompok ini memiliki sifat kemolitotrof. Di dalam
pertanian, keberadaan bakteri ini tentu menguntungkan sebab nitrat yang ia
hasilkan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas tanaman. Adapun bakteri
yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain Pseudomonas stutzeri, paracoccus
denitrificans, Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain. Selain bakteri ini, ada
pula kelompok bakteri yang diberi nama bakteri nitrogen. Bakteri ini juga
menguntungkan petani sebab ia mampu mengikat nitrogen yang ada di udara dan
menyimpannya di akar sehingga tanaman akan semakin subur. Jenis bakteri nitrat
ini antara lain bakteri rhizobium, sinorhizobium, mesorhizobium dan lain-lain.

Sementara itu, dalam bidang pangan,
terdapat beberapa bakteri yang berperan dalam proses pengolahan beberapa jenis
makanan. Umumnya, makanan yang dihasilkan dengan campur tangan bakteri akan
memiliki daya tahan yang ganda serta rasa yang khas. Adapun bakteri yang
dimaksud antara lain:
- Lactobacillus Bulgaricus juga Streptococcus thermophillus yang dicampur bersama susu dan menghasilkan yoghurt.
- Bakteri acetobacter bisa diolah menjadi cuka.
- Bbakteri acetobacter xylium digunakan dalam proses pembuatan kuliner nata de coco.
- bakteri Streptococcus lactis yang dicampur dengan susu dan menghasilkan mentega.
- Lactobacillus sp. yang dicampur dengan ikan atau udang akan menghasilkan terasi.
- Lactobacillus sp. yang dicampur dengan buah akan menghasilkan asinan buah.
- Pediococcus cerevisiae yang dicampur dengan daging akan menghasilkan sosis.
- Lactobacillus bulgaricus juga Streptococcus lactis yang dicampur dengan susu akan menghasilkan kefir.
Sementara itu, bakteri yang
menguntungkan dalam bidang kesehatan antara lain:
- Bakteri Streptomyces griseus bisa menghasilkan antibiotik streptomycin.
- Bakteri Streptomyces aureofaciens bisa menghasilkan antibiotik jenis tetracycline.
- Bakteri Streptomyces venezuelae bisa menghasilkan antibiotic jenis chloramphenicol.
- Bakteri Penicillium bisa menghasilkan antibiotic jenis penisilin.
- Bakteri jenis Bacillus polymyxa bisa menghasilkan sejenis antibiotic bernama polymixin.
Masih ada banyak jenis bakteri
yang menguntungkan lainnya. Misalnya saja bakteri yang hidup di organ
pencernaan manusia yang bisa membantu proses pencernaan makanan yang kita
konsumsi. Misalnya saja jenis bakteri E.coli yang bisa membantu pembusukan
makanan juga mampu menghasilkan vitamin jenis K yang sangat penting dalam
proses pembekuan darah jika terjadi luka.
Jumat, 11 Oktober 2013
PREDIKSI INDONESIA U19 VS KOREA SELATAN U19 12 OKTOBER 2013
TARUHAN PREDIKSI INDONESIA U19 VS KOREA SELATAN U19 12 OKTOBER 2013
In category Prediksi Bola, Prediksi Skor Bola
- Product by:
- admin
Reviewed by: admin
- Rating:
- 5
On October 11, 2013
Last modified:October 11, 2013
Summary:
Prediksi Skor Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 12 Oktober 2013 – Prediksi Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 – Prediksi Skor Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 – Prediksi Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 12 Oktober 2013 – Bursa Pasar Taruhan Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 – Prediksi Skor Bola Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 – Jadwal Pertandingan Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 – Hasil Akhir Skor Pertandingan Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 – Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 – Pertandingan Kualifikasi AFC U19 2014 akan mempertemukan Indonesia U19 akan melawan Korea Selatan U19 yang akan berlangsung pada tanggal 12 oktober 2013 Hari Sabtu Nanti.
Setelah memprediksi Pertandingan
Kualifikasi Piala Dunia 2014,Kali Ini Koransepakbola akan memberikan
Prediksi Yang tidak kalah Serunya yakni Kualifikasi AFC U19 dimana
Timnas Garuda Indonesia akan melawan Korea Selatan Yang berlangsung pada tanggal 12 oktober 2013 Dan Disiarkan Siaran Tv Lokal RCTI Pukul 19.30 wib.
Timnas Indonesia U19 saat ini
dalam Performa Terbaik setelah menjuarai Piala AFF kemarin dan Dua
Pertandingan terakhir mereka Diajang Kualifikasi AFF U19 2014 Kemarin
berhasil mempermalukan Laos dan juga Filipina,Kali Ini mereka akan
berhadapan dengan korea Selatan Yang terkenal Sangat Hebat.
Kedua tim ini belum pernah bertemu sama sekali,Dipertandingan Sebelumnya Korea Selatan berhasil
Mempermalukan Laos dengan Skor telak 5-1 dan Menghajar Filipina dengan
Skor 0 – 4,Pertandingan kali Ini Bakalan Seru dan Menarik apakah Timnas
Garuda kita mampu memenangkan Pertandingan Mereka melawan Korea Selatan Nantinya.
Menurut kalian Siapakah Yang akan memenangi Pertandingan Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 ini,Mari Langsung Lihat Statistik kedua tim Tersebut.
Lima Pertandingan Terakhir Indonesia U19 :- 10/10/2013 Indonesia U19 2 – 0 Filipina U19 (AFF)
- 08/10/2013 Indonesia U19 4 – 0 Laos U19 (AFF)
- 29/09/2013 Indonesia U19 0 – 0 Vietnam U19 (AFF)
- 20/09/2013 Timor Leste U19 0 – 2 Indonesia U19 (AFF)
- 18/09/2013 Indonesia U19 1 – 1 Malaysia U19 (AFF)
- 10/10/2013 Korea Selatan U19 5 – 1 Laos U19 (AFF)
- 08/10/2013 Filipina U19 0 – 4 Korea Selatan U19 (AFF)
- 17/’11/2012 Korea Selatan U19 1 – 1 Irak U19 (CC)
- 14/11/2012 Korea Selatan U19 3 – 1 Uzbekistan U19 (ACC)
- 11/11/2012 Iran U19 1 – 4 Korea Selatan U19 (ACC)
Prediksi Susunan Pemain Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 :
Indonesia U19 : Ruli
Desrian, Hansamu Yama, M Fahri, Putu Gede, Fatchurohman, Zulfiandi,
Maldini Pali, Evan Dimas, Yabes Roni, Ilham Udin, Muchlis Hadi
Korea Selatan U19 : Lee
Taehui, Pak Mingyu, Lim Seunggyeorn, Kim Jeong Min, Seol Taesu, Choi
Jaeu, Lee Jaehun, Lee Jeongbin, Park Inhyeok, Kim Shin Hwang He Chan
Bursa Pasar Taruhan Indonesia U19 0 : 0 Korea Selatan U19
Prediksi Pertandingan Indonesia U19 vs Korea Selatan U19 By Koransepakbola adalah 2 - 1
JADWAL TIMNAS INDONESIA U-19 KUALIFIKASI AFC CUP DAN DAFTAR KLASEMEN (GRUP G)
Update Terbaru | Daftar Klasemen Lengkap Sementara (Grup G) Kualifikasi Piala AFC Cup U-19 2013
Timnas Indonesia tergabung di grup G dengan pesertanya sebagai berikut: Indonesia, Laos, Filipina dan Korea Selatan.
Dan adapun Timnas Indonesia sendiri diunggulkan dan diprediksi akan lolos dari babak kualifikasi grup kali ini bersama jagoan kuat lainnya yakni macan Asia yaitu Korea Selatan.
Dan adapun Timnas Indonesia sendiri diunggulkan dan diprediksi akan lolos dari babak kualifikasi grup kali ini bersama jagoan kuat lainnya yakni macan Asia yaitu Korea Selatan.
GRUP G
| Negara | Pld | W | D | L | GF | GA | GD | Pts |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Korea Selatan | 2 | 2 | 0 | 0 | 9 | 1 | +8 | 6 |
| Indonesia | 2 | 2 | 0 | 0 | 6 | 0 | +6 | 6 |
| Filipina | 2 | 0 | 0 | 2 | 0 | 6 | −6 | 0 |
| Laos | 2 | 0 | 0 | 2 | 1 | 9 | −8 | 0 |
Jadwal Selanjutnya:
Sabtu, 12 Oktober (Gelora Bung Karno, Jakarta)
Laos vs Filipina 15.30 WIB
Korea Selatan vs Indonesia 20.30 WIB - Live RCTI
Sabtu, 12 Oktober (Gelora Bung Karno, Jakarta)
Laos vs Filipina 15.30 WIB
Korea Selatan vs Indonesia 20.30 WIB - Live RCTI
Langganan:
Postingan (Atom)

